Kamis, 27 Januari 2011

Naik Gaji euy

Sungguh naif penduduk negeri ini, dari mulai presiden sampai rakjat djelata nya. kemarin rame gayus..semua orang bicara tentang Gayus, ada yang buat lagu segala. Segala orang yang kerja di perpajakan disamain dengan Gayus. Iklan-iklan mengangkat tentang Guyas gayus. Lha sekarang presiden cerita tentang gajinya yang ga naik-naik..semua orang cerita itu. Menteri Keuangan sibuk nyari pos darimana gaji presiden bisa dinaikkan. Seluruh anggota dewan sibuk menganggarkan APBN 2012 yang didalamnya ada anggaran gaji Presiden.

Bah..udah sakit memang.Kayak ga ada topik yang lebih menarik, gimana bangsa ini bisa pinter kalo bahasannya hanya masalah remeh temeh belaka? mengapa mereka tidak bicara hal yang lebih penting saja?

Jumat, 03 Desember 2010

Krakatau Steel, "Kasus" of The Month


Kasus apa yang paling menghebohkan (tentang ekonomi) bulan ini? ciri kasus yang menghebohkan adalah kalau orang-orang politik ikut meributkannya, heboh itu adalah tentang IPO-nya Krakatau Steel.IPO adalah initial public offering yaitu penawaran saham perdana. Yang membuatnya heboh adalah disinyalir ada 'pengaturan' dalam penjualannya sehingga menguntungkan beberapa orang tertentu, ada yang bilang politikus partai tertentu atau ada juga yang bilang wartawan tertentu. Konon juga karena harga saham yang dijual sangat underpriced, dengarkan (tepatnya bacalah)komentar salah satu politikus berikut:
“Kasus ini masih banyak menyisakan tanda tanya besar di masyarakat dan disinyalir telah terjadi alokasi penjualan IPO yang menguntungkan sekelompok orang saja,” ujar Ketua Kelompok Fraksi F-PKB DPR RI, Unais Ali Hisyam dalam siaran persnya, Rabu petang(1/12). Unais menegaskan, penjualan saham perdana PT Krakatau Steel dengan harga Rp 850 per lembar saham dinilai underpriced karena sangat tidak masuk akal ditinjau dari empat hal. Yaitu, sebelum penetapan harga IPO, PT KS telah berekspektasi harga saham berada di kisaran Rp 950-Rp 1.000 per saham.

Kedua, imbuh Unais, ditinjau dari keadaan pasar saham di Indonesia, saat itu sedang mengalami trend strong bullish, ini dapat terlihat dengan trend nilai IHSG yang terus melaju dan mencetak rekor baru yang menguat 4,4 persen dan berhasil menembus level psikologis 3.500 di akhir bulan Oktober lalu. Hal lainnya, terlihat dari sisi pasar saham di Indonesia yang sedang mengalami bullish market, permintaan baja dunia kemungkinan rebound (berbalik naik) tahun ini, tumbuh 13,1 persen setelah kontraksi pada 2009, dan akan mencapai rekor tinggi pada 2011. Menurut Asosiasi Baja Dunia (WSA) dari keadaan pasar baja yang akan rebound ini pun akan menjadi janggal jika saham perdana IPO KS ditawarkan murah.

Pertimbangan keempat, laporan keuangan Krakatau steel yang menunjukan kinerja yang sangat baik dan positive dengan mencatatkan laba operasional hingga semester I-2010 sebesar Rp 1.218,8 miliar, dari yang sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp 1.142,7 miliar. “Dari sini tampak jelas bahwa seharusnya saham IPO KS tidak berada pada harga yang underprice dengan harga Rp850 tersebut,” jelas Unais. Maka, lanjutnya, F-PKB DPR RI mendesak DPR untuk membentuk Pansus IPO Krakatau Steel agar bisa memeriksa para underwriter yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas dan para direksi PT KS yang meyebabkan harga perdana yang ditawarkan dengan harga pada posisi underpriced.

Bincang-bincang masalah IPO, yang seharusnya menjadi perhatian adalah bahwa industri baja bisa dikatakan sebagai mother industry, yang menjadi sumber pengembangan industri-industri yang lain, so seharusnya industri seperti ini dimiliki oleh negara, jangan dijadikan industri milik swasta. Contohlah POSCO di Korea yang jadi sumber pengembangan industri otomotif disana. Sekarang, industri apa sih yang tidak pake baja dalam pengembangannya? Menjualnya dalam sebuah aktivitas go publik sangat barat dan kapitalis, jangan-jangan ada agenda tersembunyi di balik itu semua. Who Knows? jadi yaa hati-hati aja ya...

Powerhouse, garda depan perusahaan unggul



Kendati bangsa kita membutuhkan banyak UKM untuk membangun perekonomian, tidak salah kiranya kalau kita memiliki perusahaan superbesar yang kita sebut sebagai sebuah powerhouse. Powerhouse adalah sebuah rumah besar berbentuk badan usaha yang mengayomi puluhan hingga ratusan ribu orang, baik sebagai karyawan (langsung), maupun sebagai pemasok. Dampaknya sangat besar bagi perekonomian. Peter Drucker mengatakan bahwa melewati abad ke 20 perusahaan akan menjadi institusi terpenting. Dan powerhouse akan menjadi perusahaan yang paling penting diantara seluruh populasi perusahaan pasca abad ke 20.


Ada 3 ciri besar powerhouse yaitu: merupakan lokomotif ekonomi, ukurannya yang besar (big size) dan iconic. Dari ketiga ciri tersebut untuk kasus Indonesia nampaknya Pertamina memenuhi syarat untuk menjadi powerhouse. Cuman..apakah powerhouse juga berarti ia menjadi perusahaan idaman masyarakat? Diskusi yo...

Ya, kalau Rhenald Kasali mengidentifikasi Pertamina sebagai powerhouse-nya Indonesia. Kondisi itu telah terdiagnosa oleh lembaga dunia seperti IMF atau Bank Dunia. Kabarnya pada tahun 2002, pernah sebuah lembaga dunia melayangkan surat kepada Menteri Keuangan Indonesia yang isinya meminta Pemerintah memecah Pertamina menjadi perusahaan kecil-kecil. Untungnya ditengah kelemahan kita di lobi internasional, keinginan tersebut tidak pernah dipenuhi, hal yang sama pernah terjadi pada industri baja di Korea Selatan, sebuah perusahaan yang bernama POSCO pernah diminta untuk dipecah-pecah (kira-kira apa coba maksudnya?), ternyata POSCO kemudian menjelma menjadi perusahaan powerhouse yang diperhitungkan di tingkat dunia.

Keunggulan utama powerhouse terletak pada efisiensi dan inovasinya. Kalau ia dikelola dengan baik, ia dapat juga memiliki kemampuan untuk menciptakan kebutuhan yang belum pernah dipikirkan oleh manusia. Sebutlah telepon selular, pada tahun 1980-an siapa yang mengira bahwa pada suatu waktu di masa depan ponsel akan begitu terjangkau dan trendi. Saat itu ponsel hanya mampu dimiliki kalangan jetset dengan desain seukuran bata merah. Sebagai negara yang besar, Indonesia butuh ikon di dunia internasional untuk mewakili wajah perekonomian Indonesia. Dan yang lebih penting, agar dengan simbol tersebut orang pada tau dimanakah itu Indonesia. Jangan sampai ada yang bertanya, "Kalau Indonesia itu ada di sebelah mananya Bali ya?" Grrrhhh..

Senin, 08 November 2010

Backpacker-'tas gembong'er atau turis miskin


"Manusia masa depan adalah pejalan jauh"

Yep..melakukan perjalanan akan membuat kita memiliki wawasan yang oke, wawasan geografi, sosial, budaya dal lain-lain (you named it). Kalau di negara-negara maju, ini udah semacam tradisi dan dilakukan banyak anak yang baru lulus tingkat SMA, sebelum mereka masuk college--biasanya selama setahun mereka lakukan perjalanan miskin ini. Mungkin karena keturunan nenek moyang mereka yang hobi jalan-jalan (untuk menjajah)..mereka juga sekarang melakukan perjalanan untuk memperluas pengalaman menikmati keindahan tempat-tempat yang jauh dari rumahnya dan belajar untuk mandiri. Terbukti mereka tumbuh menjadi orang-orang percaya diri dan relevan dengan kemajuan yang mereka dapat. Di bagian ini, nampaknya anak muda harus dibiasakan melakukan back packing, agar li ta'arofu, menambah wawasan dan menambah kecintaan mereka terhadap negerinya--jadi kunjungilah dulu pulau-pulau di Indonesia (ada 17.000 buah lho), baru setelah itu kita bisa keliling dunia untuk mensyukuri betapa hebatnya negeri kita ini.

Bagian yang pentingnya juga, agar kita pandai budgeting dan kerja untuk mengumpulkan biaya travelling. Selamat menjadi turis!!

Kemandirian Ekonomi

Dalam sebuah rilisnya, Econit melaporkan bahwa pada tahun 2007 ada sekitar 37,17 juta penduduk Indonesia yang pengeluaran per harinya Rp 5.565,00 per hari untuk biaya hidup (didalamnya termasuk untuk makan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain)sementara di sisi lain ada 150 orang yang kalau digabungkan asetnya sebesar Rp 419 trilyun atau sekitar setengah APBN Indonesia. Apa Coba? Udah lah luapakan yang 150 orang itu, yang bikin miris adalah 37 jutaan orang tadi, mengapa mereka seperti itu?

Masyarakat kalangan bawah tersebut sudah pontang-panting kerja tetap aja dapetnya segitu, ini karena keterampilan yang dimiliki sangat terbatas sehingga rentang peluang pekerjaan yang didapatkan juga sangat terbatas. Karena itu perluy diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan yang aplicable, dan jangan lupa diberikan dana stimulan untuk merintis usaha.

Jangan sampai masalah ini lama kelamaan menjadi ledakan masalah sosial yang membahayakan. Sok atuh, pa beye..kerja..kerja!

Rabu, 03 November 2010

Budaya Suap

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Suap artinya uang sogok, uang pelicin. Cara yang diambil untuk memudahkan suatu urusan dengan cara yang tidak halal-menyogok dengan uang atau materi lainnya. Konon, bangsa ini termasuk yang memiliki 'prestasi' suap dengan ranking yang cukup tinggi. Ada istilah " di negeri ini semua bisa diatur!" Sebuah kenyataan yang membuat miris ketika kita mengetahui bahwa disisi lain citra masyarakat kita adalah masyarakat yang ramah dan relijius. Memang, kalau sifat ramah tidak menegasikan kebiasaan suap, tapi relijius? apakah kesadaran keagamaan kita secara kolektif menjadi tidak berpengaruh kepada habit suap menyuap kita? Secara ekonomi suap memberikan efek ekonomi berbiaya tinggi, segala urusan menjadi sangat mahal karena harus ditambah dana tak terduga selain kebiasaan suap juga menyebabkan tidak adanya kepastian hukum.

Membiarkan fenomena ini terus berlangsung sama saja dengan membiarkan kita sebagai bangsa jatuh pada jurang kenistaan, harga diri bangsa akan sangat jatuh. Menyadari hal tersebut sebagai penyakit yang harus dibasmi adalah sebagai langkah pembuka. Secara normatif usaha ini sedang diupayakan.



Sekarang..plang atau pengumuman seperti gambar diatas sudah mudah kita temukan terutama di instansi-instansi pemerintah. Fenomena ini tentu saja sangat menggembirakan asalkan bukan hanya hiasan saja tapi diwujudkan dalam kenyataan.

"Allah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap".

Hadits diatas seharusnya menjadi inspirasi penguatan moral kita, selain juga sebagai sumber pemahaman betapa merugikannya aktivitas yang bernama suap menyuap ini. Fakta menunjukkan bahwa korupsi dan budaya suap telahmerajalela di negeri ini, sebagai ilustrasi Kompas pernah membuat gambaran sebagai berikut:



Semacam gurita yang kakinya sudah kemana-mana. Dampak buruknya sudah nampak jelas kelihatan:
1. Ekonomi biaya tinggi
2. Menyebabkan tidak ada kepastian hukum karena hukum jadi bisa diatur dengan uang
3. Memberikan efek domino pelaku korupsi yang meluas
4. Ketidakpercayaan pihak luar untuk berinvestasi
5. Buruknya kualitas pembangunan karena pemotongan proyek, anggaran dan lain sebagainya
6. Dan lain-lain dengan dampak yang luas

Maka sangat jelas, suap merupakan penyakit kronis perekonomian. Hitung-hitungan rumus ekonomi menjadi tidak efektif lagi ketika faktor x ini hadir dalam kegiatan ekonomi.Hukum permintaan dan penawaran akan terganggu dengan hadirnya uang-uang siluman ini...lalu bagaimana solusinya?

Jawaban pertama yang mungkin disuguhkan adalah pendidikan. Pemahaman tentang bahayanya budaya ini harus disosialisasikan secara merata. Karena ilmu akan mendahului kerja. Aktivitas apapun yang didahului dengan pengetahuan akan menjadi lebih baik tentu saja yang saya maksud dengan pengetahuan disini adalah pengetahuan yang tidak mendikotomikan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. Ilmu agama memberikan landasan moral bagi kehgidupan. Tidak boleh lagi ada ilmu yang berkembang tanpa moral agama. Langkah-langkah selanjutnya seperti regulasi dan lain sebagainya bisa mengikuti setelah pondasi pengetahuan dan agama terbangun dengan baik.

Senin, 25 Oktober 2010

Ekspor Buah dan Sayuran

Cobalah anda berjalan-jalan agak jauh keluar-keliling negeri juga boleh, maka hal yang wajar anda dapatkan adalah betapa kayanya negeri ini dengan pohon-pohonan. Ada banyak hutan di negeri ini, sebagian sudah diubah menjadi sawah, ladang, kebun dan lain sebagainya. Satu hal yang hampir sama adalah kita dapat meyakinkan diri bahwa tanah-tanah tersebut belum dikelola secara efisien. Masih banyak tanah yang terbengkalai karena pemanfaatan lahan yang salah, boros dan salah strategi. Tapi walau begitu tetap saja produk buah-buahan dari negeri ini sangatlah melimpah. Sudahkah hasil bumi itu dikelola? Belum dikelola dengan benar! itu jawabannya. Seandainya kinerja Departemen Pertanian kita dikelola secara maksimal dan dijadikan leading sector pembangunan negara, niscaya bangsa ini akan menjadi negara yang paling kaya hanya dengan mengandalkan keunggulan komparatif agrarisnya. Apalagi kalau kita hitung potensi lautnya, dikelola secara bijak, maka sektor-sektor yang lain hanya akan jadi sektor pendukung saja. Negara ini telah salah urus, untuk urusan ekspor buah saja, di wilayah Asean kita hanya puas di urutan ke-3 dibanding Thailand dan Malaysia. Padahal secara luas tanah aja, kita jauh berada diatas mereka.


Bayangkan, kalau pemerintah memiliki keingingan untuk mengatur itu semua. Dibutuhkan pemimpin yang kuat visinya, lalu menciptakan infrastruktur untuk mewujudkan target-target kemajuan lewat peningkatkan daya saing ekspor buah-buahan, sayuran, ikan-ikan darat dan lain sebagainya. maka tidak terlalu butuh waktu yang lama negara ini bisa eksis. karena kita memiliki keunggulan komparatif. Sudah pasti banyak masyarakat yang dapat dilibatkan karena proyek ini akan padat karya. Potong kebebasan pengusaha besar untuk menguasai tanah-tanah yang luas, berikan kesempatan kepada koperasi-koperasi (yangjadi soko guru perekonomian kita) untuk mengelola tanah-tanah tersebut.

Tentu saja secara simultan kemungkinan-kemungkinan korupsi harus ditutup, dibuat sebuah sistem koordinasi yang baik antar departemen untuk memuluskan tujuan-tujuan nasional tersebut. Departemen Perdagangan dapat berkonsentrasi untuk mencarikan peluang-peluang pasar barang-barang dalam negeri dengan regulasi yang tidak dipersulit. Lah..kenapa negara kita belum bisa melangkah ke arah sana? Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah Pemerintah dan Negara kita belum memoliki konsep diri yang benar. Mengapa konsep diri?

Konsep diri adalah bangunan kesadaran diri yang jelas, terarah, kuat terhadap visi dan misi yang menyebabkan seseorang memiliki peta potensi, kapasitas dan kompetensi diri yang dengan bekal tersebut dia dapat memilih peranannya dalam kehidupan, memilih bagaimana dia kan berkontribusi terhadap lingkungannya. Misi pemerintah kita seharusnya sudah sangat jelas yakni menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya, dengan pemahaman konsep diri ini, negara kita akan memahami bahwa potensi mereka adalah alam mereka dan kemampuan SDM untuk mengelolanya. Maka segala energi harusnya diarahkan ke arah tersebut. Konsep diri melahirkan keterarahan.

Maka visi pembangunan kita akan jelas dengan adanya konsep diri ini. Setelah memiliki konsep diri yang jelas, visi misi yang clear, maka langkah kerjanya akan semakin terarah, mana hal yang harus diprioritaskan, apa yang harus kita fokuskan dan lain sebagainya akan sangat clear. Selanjutnya..kita harus bergerak!!