Rabu, 26 Oktober 2011

Sukses Mulia

Jamil Azzaini berkata : "kalau anda menginginkan sukses saja, mungkin anda akan merasa galau; tapi jika anda menginginkan mulia saja mungkin anda akan bermanfaat hanya untuk sedikit orang. Karena itulah anda harus menjadi orang yang sukses lagi mulia".

Kesuksesan menjadi semacam bidadari cantik yang diinginkan oleh siapapun, ada yang galau karena tidak nyampe-nyampe dengan kesuksesan. Ada juga yang tidak galau karena tidak pernah tahu dan tidak merencanakan kesuksesan, baru tersadar ketika telah mencapai suatu kondisi. Sukses, adalah cerita yang banyak dikabarkan orang--tapi kata Jamil tadi jika anda hanya ingin sukses mungkin anda akan tetap galau dan resah karena ternyata sukses yang anda raih bukanlah yang persis anda bayangkan sebelumnya.

Jadi yang orang butuhkan terlebih dahulu adalah tujuan hidup. berbicara tentang tujuan hidup, seseorang harus mengetahui sejarah dirinya, rencana perjalanan dan terminal akhir yang akan dicapainya. Ini kemudian kita kenal sebagai Konsep Diri. Sebuah cara pandang kita terhadap diri sendiri, subjektif maupun objektif yang dengan cara pandang yang utuh tersebut kita memahami apa tujuan-tujuan yang ingin dicapai, apa passion kita, apa target hidup, bagaimana gambaran akhir kehidupan yang kita ingin capai. Syukur-syukur segala tujuan tersebut bisa dicapai dalam usia muda.

Memahami konsep diri, harus dimulai dari pemahaman tentang siapa kita, apa kelebihan kita, apa kekurangan kita, bagaimana citra unik dan sidik jari kehidupan kita. Dalam kemanusiaan kita, membuat perencanaan hidup haruslah mengaitkan segala sesuatunya dengan Allah swt yang menciptakannya. Tidak mungkin kita melepaskannya, karena jika itu dilakukan maka akan terjadi kekurangutuhan --yang kemudian oleh Jamil Zaini disebutkan--jikapun kita sukses mungkin tetap akan menyisakan kegalauan. Tidak galau jika kita benar-benar mulia, siapa yang memberi cap mulia? Ya Allah yang melekatkannya, karena Dia-lah yang menetapkan standarnya.

Nah..bagaimana kita merumuskan konsep diri kita? kita harus memahami 4 realitas besar yakni bahwa misi hidup kita telah ditetapkan (given) kita hanya perlu menyadari bukan mencari bahwa TUJUAN HIDUP KITA ADALAH UNTUK BERIBADAH itulah Missionnya. Lalu apa Visi kita? bukan hanya kaya raya tapi kebaikan di dunia dan di akhirat lalu dijauhkan dari neraka. Itu Vision kita. Realitas kedua adalah kita harusmenyadari bahwa Allah telah memberikan usia sebagai waktu kerja kita. Keterbatasan waktu yang disediakan menyebabkan kita harus bekerja produktif secepat mungkin, kelalaian dan kemalasan menyebabkan kita makin jauh mengabaikan modal kerja berupa waktu. Kita disebut produktif apabila satu satuan waktu kita terkonversi menjadi satu satuan kerja.

Realitas ketiga adalah kenyataan bahwa kita punya potensiyang unik yang harus kita temukan dan kembangkan sampai batas maksimal. Boleh jadi kita akan mengalami masa coba-coba menemukan potensi diri kita yang dengan potensi tersebut kita akan menemukan jalan paling cepat ke titik sukses. Dan realitas terakhir kita dihadapkan pada takdir sejarah kita yang berperan dalam membentuk Aku Diri kita. Kitalah yang bertugas menemukan momentum sejarah kita. Nah.... dengan memahami realitas-realitas tersebut kita akan memiliki penyikapan yang tepat terhadap hidup.

Barulah kemudian kita akan menyusun rencana-rencana hidup kita berdasarkan pemahaman diatas. Maka bergerak menuju penetapan rancangan tadi adalah sebuah perjalanan menuju kesuksesan (dan kemuliaan).

Sabtu, 15 Oktober 2011

ekonomi biaya tinggi


Indonesia adalah negara yang sangat besar, dari segi luas dan jumlah penduduk. Secara hitung-hitungan, potensi ekonomi negara ini cukup untuk mensejahterakan seluruh penduduknya. Negara ini sangat kaya jika dikelola dengan baik. Untuk mengambil beberapa contoh, tanahnya yang subur dengan hutannya saja kalau dikelola dengan baik akan memberikan kesejahteraan bagi jutaan masyarakatnya yang agraris. Laut yang luasnya saja bisa mencukupi kebutuhan ikan dunia, sekali lagi jika dikelola dengan baik dan modern, dibuat poerlindungan agar tidak dicuri bangsa lain. Belum dihitung kekayaan tambang yang bisa dipakai sebagai tabungan untuk jangka panjang jika dan hanya jika dikelola dengan bijaksana.

Yang dibutuhkan Indonesia adalah orang yang dapat mengurusnya dengan benar. Berkali-kali presiden berganti hanya memperpanjang cerita kegagalan. Soekarno boleh dikata presiden yang tingkat kegagalannya relatif kecil karena usia negara masih seumur jagung waktu itu. Masih berada pada tahap konsolidasi, trauma peperangan menyebabkan urusan ekonomi belum terlalu jadi perhatian serius. Tapi kehadiran Hatta memberi angin segar pencitraan ekonomi yang bagus, sikapnya yang pro ekonomi rakyat dan koperasi membuat bagus narasi sejarah Indonesia. Cuma ketika mereka 'bercerai' saja tanda-tanda bahwa ada masalah yang terpendam.

Soeharto adalah cerita memalukan, keluarga Cendana yang mengangkangi hutan Indonesia tangannya berlumuran terhadap konversi hutan menjadi lahan sawit. Penggundulan tidak bertanggung jawab luar biasa merubah wajah masa depan Indonesia. Korupsi meraja lela menjadi budaya, ekonomi sangat berbiaya tinggi. Presiden selanjutnya hanyalah kelanjutan cerita kehancuran, tidak tahu malu bahkan aset negara dijual dengan murah ke pihak musuh (baca: tetangga).

Budaya, korupsi telah menjadi mental dan budaya di sebagian besar birokrat. Tidak bisa dipungkiri, karena kalau anda masuk ke wilayah yang berhubungan dengan mereka anda tidak bisa mengatakan bahwa hal tersebut (korupsi) tidak terjadi. APBN, APBD yang sejatinya adalah sumber dana pembangunan tingkat efektivitas untuk memberi efek perubahan tidak sampai 10%. Yaa gitu-gitu aja, projek pembangunan berapapun, urusan potongan dan suapnya sangat panjang. Karena hitung-hitungannya bisnis, maka ujung-ujungnya pelaksanaan proyek yang sangat dibawah standar, pemborosan pembangunan terjadi. Sebagai contoh, untuk sebuah projek pengadaan kecil senilai 25 juta saja (yang bisa penunjukan langsung) -- birokrat sudah meyiapkan CV yang bisa ditunjuk, menyiapkan skema potongan dari mulai kapala SKPD, Pimpro, belum pejabat-pejabat wilayah jika pengadaan untuk keperluan sampai level kecamatan/ kelurahan. Yang asli untuk projek? hitunglah sekitar 70% saja, dipotong keuntungan CV yang megang projek? habis!!!

Projek bernilai besar juga ada cerita korupsi dan pemotongan yang jauh lebih dahsyat. Masih ingat Nazarudin? itu hanya bagian kecil .. cerita nyatanya bahkan lebih dahsyat dari itu. otomatis pembangunan akan jalan di tempat. Masih syukur kalau tidak pembangunan negatif (kemerosotan). Indonesia bangkrut. Inefisiensi luar biasa. Apa solusinya? guntinglah masalah-masalah tersebut. Bersihkan birokrat bermental korup, mungkin 70% diantara semua birokrat, sanggup?


Minggu, 09 Oktober 2011

Sedekah Rombongan


Di twitter, saya memfollow @saptuari, liat TL-nya saya bisa menyimpulkan bahwa Raden yang Oraningrat ini merupakan pebisnis yang cukup kreatif. Uniknya, bersama beberapa motivator, mas Sap berhasil memboomingkan semangat bersedekah, pokoknya agar kaya maka bersedekah. Terserah beberapa kritik yang mengatakan bahwa syariat menjadi kering dengan kehadiran generasi ini, tapi daripada hanya mendiskusikan dan menzikirkan dalam tataran teori lebih baik membuat action macam ni. Bagaimana serombongan uang kas mengalir kearah kaum papa yang jelas ini akan menghadirkan kondisi perimbangan ekonomi yang baik. Jika gerakan model ini mengakar dan mempengaruhi begitu banyak orang maka kondisi ekonomi secara makro akan semakin baik berhubung kesenjangan ekonomi akan dipersempit.

Perekonomian yang memiliki nurani sangatlah membahagiakan. Inilah yang disebut Qaradawi bahwa ekonomi adalah cita-cita ilmu dimana akhlak dihadirkan dalam aktivitas-aktivitas berekonomi. Dalam gerakan #sedekah rombongan, seakan-akan amal sholeh dan pahalnya divisualkan, membuat beberapa orang yang kelihatannya awam syariat menjadi terpengaruh dan terdorong mengikuti gerakan ini. Bagai gerakan Muhamad Yunus yang membangkitkan usaha mikro kecil di Bangladesh.

Sosial media selain mampu menghilangkan kejenuhan, telah berhasil mengangkat omzet bisnis Maicih sampai angka milyaran, tapi juga bermanfaat sangat untuk mensosialisasikan nilai-nilai baik dengan komunikasi intens. Pesan-pesan baik disampaikan atas nama pertemanan. Seorang pakar dan Ilmuwan tidak lagi menjadi menara gading ketika setiap orang dapat mem-follow terus menerus pemikirannya. Ide dan pemikiran akan teruji disini.

Di buku Rhenald kasali, tentang Wirausaha Muda Mandiri disebutkan bahwa teknik ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) sangat efektif untuk mempercepat sebuah ide dan kreatifitas berjalan. Untuk percepatan ekonomi, duplikasi ini nampaknya harus didorong untuk melipatgandakan daya ledak ekonomi menuju kesejahteraan. Terkadang, ekonom harus membebaskan dirinya dari kungkungan teori ekonomi yang rigid, tidak out of the box. Ekonomiharus mendapatkan wadah kreativitas yang baik sehingga menimbulkan variasi yang menawan. Anis Matta menyebut ilmu sosial bagaikan bermain air, basah ditangan tapi susah digenggam. Dia susah digenggam ketika tidak bertemu dengan realitas. Ilmu sosial butuh pengejawantahan yang nyata dan kontinyu. Kreativitas-kreativitas langkah ini bagaikan super multiflier effect yang bagus menjadi pengungkit perekonomian sebagai alat kesejahteraan.