Selasa, 08 Maret 2016

Deparpolisasi

Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017 bola panas menarik masyarakat pada isu Pimpinan Cina Non Cina (maaf sedikit kasar tapi kenyataannya begitu), Muslim Non Muslim, Intelektual vs Urakan dan terakhir Parpol vs Independen.


Pelakon utama yang terlibat disini adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Seolah dialah satu satunya yang pasti bakal menjadi Calon Gubernur, seolah dialah yang paling siap dan punya kemungkinan menang, begitulah biasanya keuntungan petahana. Menurut kacamata penulis, masalahnya bukan Cina atau Non Cina tapi seringkali warga keturunan Tiong Hoa di Indonesia dipersepsi sebagai tidak nasionalis, berbeda dengan orang Sunda, Jawa, atau Batak yang dianggap sebagai pribumi. Kecurigaan itu bertambah besar dengan situasi warga keturunan yang tidak nampak bangga menjadi Indonesia, tentu saja harus dikecualikan dari sosok Kwik Kian Gie, Rudy Hartono dan sosok lain yang telah menunjukkan kiprah kepahlawanannya, Stigma ini tidak lepas dari beban masa lalu hubungan Pribumi dan Keturunan yang kurang berhasil. Kondisi berbeda dengan di Malaysia, masuknya Tiong Hoa di pemerintahan bukanlah sesuatu yang asing karena tidak ada kecemburuan (terutama ekonomi) Bumi Putera di negeri jiran sana.

Mungkin Ahok adalah warga keturunan pertama --yang diketahui umum -- yang masuk di Pemerintahan, gayanya yang urakan memberikan warna yang berbeda dari umumnya pejabat. Gaya aneh ini lagi musim sebagai bagian dari setting Spin Doctor sejak era pencitraan Jokowi. Bagaimanapun kondisi ini memancing kecurigaan dan tambahan rasa cemburu pada kalangan pribumi.

Isu Muslim Non Muslim selalu mengemuka setiap ada perhelatan pemilihan, kaum muslim fundamental memiliki kesadaran --sesaat-- untuk menolak pemimpin yang tidak Islam dan Perempuan. Kesadaran ini sangat temporer karena mereka tidak ribut setelah semuanya berlalu. Sebetulnya ini lebih pada keteledoran kalangan Islamis untuk melahirkan pemimpin Islam di kalangan mereka, baru tersadar dan menyesal ketika dibutuhkan pada suksesi kepemimpinan. Sebuah survey menunjukkan bahwa 60% warga Jakarta sudah tidak terpengaruh oleh isu agamanya pemimpin, sungguh miris tapi mudah ditebak untuk Jakarta yang paling sekuler.

Isu lain yang penting adalah isu Parpol vs Independen, lewat Teman Ahoknya, Ahok menegaskan diri akan maju dari calon independen. Belum ada perkembangan terbaru karena biasanya beberapa partai non ideologis akan berbaris di belakang calon yang memiliki kemungkinan menang besar. Independen memang sedang musim, apalagi calon independen yang bisa menang di beberapa Pilkada yang diselenggarakan. Setelah Pilkada Garut yang pernah memenangkan pasangan Aceng Fikri dan Deni Chandra, di tahun 2015 banyak calon independen yang menang. Diantaranya karena efek pecahnya partai partai besar seperti Golkar dan PPP menyebabkan jalur independen menjadi pilihan. Independen rasa Parpol.

Rupanya kalangan parpol mulai merasa kegerahan dengan semakin populernya jalur independen, di tengah kepercayaan yang semakin menurun masyarakat kepada Partai karena masalah gurita korupsi, politik dagang sapi dan lain-lain memberikan dampak jalur independen menjadi katup terbuka. Siapapun bisa masuk jalur kepemimpinan tanpa bersusah payah bertarung di dalam ruang parpol. Sepertinya demokratis, tapi hal ini akan semakin mempersempit peran parpol sebagai bagian dari Pilar Demokrasi atau istilahnya terjadi deparpolisasi.Megawati sebagai pimpinan parpol pemenang terutama di Jakarta mencium gelagat ini dan menyerukan untuk melawan independen. Tulus atau tidak, taktis atau tidak tidak menjadi bagian yang kita perhatikan, tetapi jika dipandang dengan jujur maka fenomena deparpolisasi memang harus diwaspadai. Selain nilai positif karena para pemimpin yang bagus bisa saja disaring dari dunia non partai, tetapi sebagai bagian dari sistem besar dalam ijtihad politik, peranan parpol sebagai pilar harus mendapatkan dukungan.

Caranya adalah dengan memperkuat institusi partai dan muhasabah umum partai untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Jika di negeri barat, sejak dari mahasiswa mereka mulai gandrung dan merasa wajar dan keren menjadi aktifis partai, di Indonesia sudah sejak lama adanya stigma terhadap partai dan ada semacam kampanye untuk jauh jauh dari Partai. Sejalan dengan kinerja partai yang memalukan dalam hal membela kepentingan publik. Masyarakat harus dikembalikan lagi kepercayaannya dan partai sudah semestinya menunjukkan kinerja yang baik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Partai politik harus melaksanakan kewajibannya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat sekaligus menyajikan politik adiluhung yang memberikan makna.
Politik itu harus melahirkan simpati
Politik itu harus membela masyarakat
Politik itu harus memastikan kepentingan rakyat terlayani

Minggu, 01 Maret 2015

Mencari Cara Ber-Ekonomi yang Benar

Apa isu manusia sebagai makhluk ekonomi yang paling penting? Saya percaya bahwa kebanyakan manusia akan menjawab "isu kesejahteraan". Usaha umat manusia secara pribadi maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhannya terlebih sampai menjadi sejahtera seakan sudah demikian adanya, semua terbawa arus ini terutama apabila merujuk pada istilah ekonomi yang memberikan definisi ekonomi sebagai usaha manusia memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.

Mengikuti definisi ini, masyarakat secara taken for granted terbawa arus berpikir secara kapitalis. yang menjadi pertanyaan saya apakah memang demikian kita harus mengikuti arus ini? adakah kebebasan kita untuk memilih? Bolehkah kita menolak istilah ekonomi dan mengambil rujukan yang lain? adakah rujukan yang lain itu?

tidakkah sebaiknya kita ambil saja dari kitab suci agar aktivitas kita juga bernilai keimanan dan berbalas pahala? jika di dalam islam diistilahkan dengan Mu'amalah untuk urusan hubungan manusia dengan manusia, bagaimana kalau kita memulai dengan menerima istilah ini sebagai pengganti. jadi kita tidak melanjutkan dengan istilah Ekonomi Islam, politik Islam, sosiologi islam dan seterusnya yang hanya menempelkan label baru tapi nilai dasarnya tetap sama : yaitu Bukan Islam?

Kita harus kembali dan memulai dari akarnya, coba kita baca buku roots of Islamic Education tulisannya Syaikh Abdalqadir As Sufi, barangkali bisa jadi rujukan tentang darimana memulai dan bagaimana memulai. tentang kita yang sudah kehilangan akar amaliah yang seharusnya kita kerjakan tetapi tidak kita kerjakan. Kalau urusannya tentang bagaimana agar kita tidak terpecah dalam pemikiran maka kita harus memulai dari pokoknya yaitu dari Rukun Iman dan Rukun Islam kita. setuju? hayu!

Kamis, 05 Februari 2015

Menulis Lagi ..

Mohon maaf, sudah begitu lama blog ini tidak terisi, dibiarkan  jadi sampah jagat online. Tidak sengaja, hanya saja memang agak kurang meluangkan diri untuk menulis pikiran-pikiran. Sebetulnya menulis merupakan bagian yang menarik karena memberikan kesempatan untuk melontarkan ulang rangkaian pengetahuan yang sudah dipahami.

Sebagian orang bahkan bisa mendapatkan uang dari hasil menulis ini. Kata Ridwan Kamil, "Pekerjaan yang paling menarik adalah hobby yang dibayar." untuk seperti itu, teruslah menulis .. ini nasihat untuk saya sendiri

Sabtu, 26 November 2011

Step-by-Step Problem Solving

STEP BY STEP PROBLEM SOLVING

Menghindari proses problem solving yang berulang dan jatuh ke masalah yang sama berulang-ulang menyebabkan kita perlu sebuah teknik penyelesaian masalah yang sistematis. Mengapa kita perlu Model problem solving yang sistematis? Jendral George S. Patton mengatakan: “Jika kamu mengatakan kemana orang yang harus pergi tanpa menyebut bagaimana cara sampai ke tempat tersebut, kamu akan terkejut dengan hasilnya.” Teori Patton ini dapat diinterpretasikan dengan dua cara:

1. Manusia adalah pemikir kreatif dan mungkin memikirkan cara yang sangat beragam dalam mencapai tujuan.

2. Orang dapat mengemukakan alas an, untuk tidak mencapai target karena tidak setuju atau memahami secara salah perintah yang diberikan.

Model Problem Solving 6

Langkah









Berikut ini adalah penjelasannya:

Langkah

Metode

Penjelasan

1. Definisikan Masalah

Definisi

Pernyataan Masalah:

Kondisi yang Diinginkan :

Tuliskan pernyataan masalah yang ada, kemudian nyatakan kondisi yang diharapkan setelah masalah teratasi

Sebuah pernyataan masalah harus memenuhi semua pertanyaan:

· Apakah masalah dinyatakan secara objektif?

· Apakah ada batasan masalah?

· Apakah tiap orang memahami masalah?

Langkah

Metode

Penjelasan

2. Penyebab Potensial



Identifikasi penyebab potensial dan uraikan akar masalahnya

Langkah

Metode

Penjelasan

3. Identifikasi Kemungkinan Polusi

Brainstorming

Tanpa mengevaluasi efektivitasnya, buatlah daftar solusi sebanyak mungkin untuk mendapat solusi terbaik

Langkah

Metode

Penjelasan

4. Pilih Solusi terbaik

Form Kriteria

Krtria

solusi

solusi

solusi

X

X

X

Evaluasi solusi terbaik

Langkah

Metode

Penjelasan

5. Kembangkan Action Plan

Action Plan

What

Who

When

Tulis rencana detail yang menyebutkan tahapan kerja, penanggung jawab, tanggal mulai/akhir, perkiraan waktu

Langkah

Metode

Penjelasan

6. Terapkan solusi dan evaluasi perkembangannya

Action Plan

What

Who

When

Follow up Action Plan memastikan bahwa tahapannya telah dikerjakan

Rabu, 23 November 2011

10 Secrets of Successful Leaders

Fakta menunjukkan bahwa Indonesia dan dunia sedang mengalami defisit kepemimpinan yang mampu membawa dunia pada keadaan yang lebih baik. Pemimpin nasional saling bertengkar, menutupi kekurangan mereka dalam menunjukkan karakter kepemimpinan menyebabkan mereka pergi keluar menunjuk-nunjuk orang dan mencari pelampiasan. Bahkan di dalam perusahaan banyak ditemukan posisi-posisi kunci tetapi sedikit yang memiliki kualitas untuk menduduki posisi-posisi tersebut. Conference Board CEO dalam rilis surveinya mengumumkan bahwa beberapa tantangan dan isu spesifik yang akan dihadapi baik organisasi nirlaba maupun organisasi laba di seluruh dunia menghadapi tahun-tahun setelah 2010, yaitu tantangan globalisasi, kompetisi yang sangat ketat, perubahan besar dalam pengetahuan dan sosial, kemajuan ilmu dan teknologi, serta tumbuhnya diferensiasi dalam tenaga kerja, pelanggan, dan stakeholder.

Donna dan Lynn Brooks mengungkapkan rahasia pemimpin-pemimpin perusahaan dalam hal kepemimpinan. Rahasia-rahasia itu adalah:
1. Berpikir Lintas-Fungsi--memiliki pengetahuan dan memanfaatkannya. Mereka yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mampu memecahkan masalah dan membuat keputusan. Orang yang senantiasa belajar untuk menghadapi tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.
2. Memaksimalkan gaya kepemimpinan--memimpin dengan gairah, energi, dan kecerdasan emosional. Berkolaborasinya otak dan hati dalam diri seorang pemimpin.
3. Mengelola Jaringan Pengetahuan, orang-orang mengambil peran yang lebih independen dalam proses poertukaran pengetahuan dan tumbuh bersama-sama dalam sebuah organisasi.
4. Meyakinkan, Memengaruhi dan Mengomunikasikan Visi. Pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga dapat mengenalkan, membimbing dan mengarahkan semua stake holders dalam organisasi menuju visi organisasi.
5. Menciptakan Budaya yang berintegritas dan memiliki nilai. Secara konsisten berusaha mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan dengan tetap berpegang teguh pada standar tertinggi dari etika dan jaminan tanggung jawab.
6. Memimpin dalam lingkungan yang beragam. Orang yang berhasil memimpin sebuah kelompok yang homogen, tapi tidak pernah mencoba memimpin dalam situasi yang lain bukanlah orang yang sudah membuktikan diri. Orang butuh berlatih berkiprah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Tantangan yang berbeda-beda. Dia membutuhkan daya lentur yang tinggi sehingga mampu membuat arus yang deras diberbagai jenis lingkungan.
7. Mengembangkan jaringan bimbingan, setiap kita membutuhkan mentor terbaik, maka kita harus membangun jaringan bimbingan yang dapat memberikan advis terbaik. Belajar dari yang terbaik untuk jadi yang terbaik.
8. Memperluas fokus global --
9. Membangun dan memimpin tim berkinerja tinggi, tidak ada yang membuat prestasi yang sangat besar tanpa back up sebuah tim berkinerja tinggi.
10. Memimpin dan bertumbuh dengan baik dalam lingkungan menantang. Jalan mulus dan lurus tidak akan menghasilkan pengemudi yang hebat. Untuk menjadi pemimpin hebat anda butuh tantangan yang lebih.

Buku setebal 244 halaman ini cukup komprehensif untuk memberikan gambaran hebat tentang bagaimana memulai dan merintis jalan pada kepemimpinan yang handal. Sebagai sebuah referensi buku ini layak anda baca.

Man Jadda Wajada: negeri 5 menara

Sebetulnya bolak-balik ke Toga Mas atau Rumah Buku -- buku ini udah sering lihat dan ditengokin anak-anak SMA-an, katanya bagus. Tapi baru minggu kemaren memutuskan untuk beli dan melahap habis. Kebetulan lagi butuh buku-buku ringan di tengah kesuntukan. Begitu membaca, sudah bisa ditebak kalau yang dibicarakan di novel ini utamanya adalah tentang Pondok Modern Gontor. Tidak asing karena banyak temen yang lulusan sana.

Ternyata, cerita santri dalam bentuk lisan maupun tulisan sama saja, kesimpulannya Pesantren ini memang unggul karena keunikannya, walaupun di tahun-tahun terakhir ada penyesuaian bab penerimaan ijazah (mungkin karena desakan orang tua). Novel Negeri 5 Menara adalah cerita tentang Sahibul Menara, sekumpulan anak Alif, Atang, Said, Dul Majid, Baso, Raja yang bersahabat dan menemukan pelataran dibawah menara sebagai tempat yang asyik buat kongkow-kongkow. Pemeran utama dalam cerita ini adalah Alif Fikri seorang anak Maninjau, yang masuk ke Pondok Madani sebagai bentuk pengalihan karena Amak menyuruhnya masuk sekolah agama padahal Alif ingin masuk SMA. Sebuah hal yang klasik.

Sebagai adaptasi dari kisah nyata penulisnya, A.Fuadi -- cerita ini menariknya adalah hal-hal kecil yang terjadi di Pondok yang terlihat hidp karena begitu nyata dirasakan oleh sang penutur. Bahkan bagaimana rasa sambal hijau pake minyak aja jadi bisa dibuat menarik. Di tengah miskinnya bacaan remaja tentang menggapai impian dan cita-cita, novel ini bisa mengisi ruang kosong yang tersedia. Idion Arab Man Jadda Wajada jadi mantra penting yang bisa jadi pelajaran buat pembacanya.

Kalau saya catat beberapa hal penting dari novel ini adalah:
1. Man Jadda Wajada
2. Man Shobaro Zhafiro, siapa yang bersabar akan mencapai tujuan
3. I'maluu fauqo maa amilu, berbuat lebih dari yang orang lain lakukan, agar menjadi sukses. far Excellence lah gitu
4. Man Thalabal 'ula sahiral layali, siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka bekerjalah sampai larut malam
5. Apa-apa yang kami lihat, kami dengar, kami rasakan, kami baca adalah pendidikan
6. Nilai-nilai keikhlasan menyebabkan energi kita melipat lipat
7. Merantaulah untuk mendapatkan ilmu dan adab.

Senin, 21 November 2011

Eliana: Serial Anak-Anak Mamak

"Nak, jika kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian". Kalimat ini adalah inti sari pesan Tere Liye dari 3 buku yang disusunnya (setidaknya tiga buku yang sudah saya baca - diluar Amelia yang janji Tereliye akan terbit Agustus kemarin). Sebuah kisah bersetting masyarakat Melayu tentang anak-anak Amak Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Keluarga sederhana yang kokoh mengajarkan nilai-nilai kuat yang ditanamkan pada anaknya.

Eliana adalah anak tertua yang dicitrakan sebagai anak yang kuat, semacam do'a dan affirmasi Bapak dan Amak agar Eli tumbuh menjadi apa.. memang setelah besar Eliana tumbuh menjadi seorang pengacara kuat yang bertarung dengan perusahaan pencemar lingkungan layaknya Erin Brokovich. Buku seri Tere-Liye ini memang sangat kuat nuansa pendidikan anak-anak. Asupan yang bagus ditengah kelangkaan buku-buku pengaya jiwa untuk keluarga. Kesannya yang sederhana dalam penyampaian dan lingkungan pedesaan yang akrab dengan wajah kebanyakan masyarakat Indonesia.

Yang paling unik adalah, ketika judulnya Eliana, maka yang berperan sebagai aku adalah Eli. Eliana ini menjadi orang ketiga pada novel yang berjudul Pukat, atau Burlian. Setting berulang, bahkan perkataannya berulang dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Saya membayangkan bagaimana penulis harus membuat riset dan membuat rekaman catatn dengan sangat detil agar tidak ada momen yang terlewat.

Kau Anak Pemberani, begitu affirmasi Bapak sama si Sulung ini menjadi sub paling awal dalam setting cerita Kak Eli. Cerita mengenai bagaimana Bapak bersama tetua kampung harus menegosiasi agar pertambangan di daerah tempat tinggal mereka dihentikan. Dan untuk urusan menegaskan dan mengokohkan affirmasi Bapak, Eliana diajak untuk menyertai. "JANGAN HINA BAPAKKU!" begitu teriak Eliana merangsek ketika ada orang yang mencoba menghina Bapaknya tentang baju lungsuran yang selalu diberikan kepada anak-anaknya. Inilah modal pemberaninya Eliana. Diam-diam orang-orang terkagum-kagum dengan sikap tegas Eli. (itu setting ceritanya ..) dan ada tema-tema kisah lain yang mengalir dengan enak. Pada Modifikasi Foto Lama menunjukkan perhatian Eli terhadap Mamak dan Bapaknya. Novel berjudul Eliana ini digunakan Tere untuk menceritakan kisah cinta Syahdan dan Nurma (Bapak dan Mamak) sebuah Flashback yang menceritakan darimana asal keteguhan sikap, pengetahuan, dan ketabahan mereka berasal.

Ternyata ilmu dagang Mamak yang unik juga secara menarik disajikan disini, bagaimana gaya silaturahim memperkuat rezeki datang, ini adalah gaya Mamak mengajar teori dagang kepada anak-anaknya --praktek. Tentang alam, tentang bagaimana memeliharanya, tentang motivasi berprestasi, tentang cinta, tentang hidup yang penuh warna disampaikan berkelindan di novel ini dan novel berseri yang terbit sebelumnya. Tentang Burlian yang unik, tentang Pukat yang pintar (sok tahu kalau dalam istilah Eliana) dan seterusnya. Buku ini juga masuk dalam daftar buku Goodreads, jadi adalah Good untuk Read this book. Oyeee